Laman

Rempah-Rempah Ajaib Bantu Langsingkan Tubuh



detailNiken Anggun Nurani - Okezone (Foto: Google) 

KITA mengenal banyak bumbu dan rempah-rempah, dari lada hitam sampai kunyit. Meskipun banyak digunakan sebagai bahan penyedap masakan, namun rempah-rempah juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan Anda.

Bumbu dan rempah-rempah memang bisa menambah rasa dan aroma untuk berbagai masakan. Namun, bumbu dan rempah juga punya manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa bumbu dan rempah-rempah memiliki potensi untuk meningkatkan metabolisme, meningkatkan rasa kenyang dan sebagai kontrol berat badan yang baik. Berikut ini beberapa rempah dan bumbu yang bermanfaat untuk membuat tubuh Anda tetap ramping seperti yang dilansir Healthmeup.

Kayu manis

Kayu manis adalah salah satu rempah terbaik untuk penurunan berat badan. Bahan  herbal ini membantu untuk menstabilkan tingkat gula darah, membuat Anda kenyang untuk waktu yang lebih lama, mengurangi rasa lapar dan metabolisme lemak dengan lebih cepat.

Jahe 

Jahe merupakan pembersih tubuh yang sangat baik. Jahe membantu menghilangkan makanan berkalori tinggi dalam sistem pencernaan sehingga mencegah penyimpanan lemak dan mengontrol berat badan.

Kunyit

Rempah kuning ini memiliki beberapa sifat penurunan berat badan. Ini membantu untuk mengurangi pembentukan jaringan lemak, sehingga menurunkan total lemak tubuh dan mencegah kenaikan berat badan.

Cabai

Rempah-rempah ini memiliki senyawa yang disebut sebagai capsaicin yang membantu untuk membakar lemak dan menekan nafsu makan Anda. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Prudue, cabai efektif dalam penurunan berat badan, karena meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh yang menyebabkan tubuh untuk membakar lebih banyak kalori. (ind)
(tty)

Tentang Lidah Buaya - Aloe Vera - Barbadensis Aloe


Aloe Vera - Barbadensis Aloe

Ikhtisar: Lidah buaya merupakan tanaman asli Afrika dan anggota dari keluarga lily dan tumbuh di Barat Daya Amerika Serikat dan Meksiko. Ini memiliki senyawa antibakteri, antijamur dan antivirus yang membantu mencegah infeksi pada luka dan juga memiliki senyawa merangsang kekebalan dan anti-inflamasi, dan merangsang sintesis kolagen dan regenerasi kulit.


Kegunaan: Jus dari bagian dalam daun dan gel dari bagian luar daun.

Penggunaan: Gel mempromosikan penyembuhan luka ringan dan luka bakar, mencegah infeksi, dan merangsang pertumbuhan jaringan. Penggunaan internal telah berpikir untuk membantu dengan mulas, arthritis, asma, menurunkan gula darah pada penderita diabetes, infeksi saluran kencing, radang usus, cacingan, AIDS, HIV, Penyakit Crohn, sindrom iritasi usus, epilepsi, osteoarthritis, psoriasis, Staph, radang. Penggunaan eksternal telah berpikir untuk membantu dengan luka dan luka, luka bakar, gigitan kutu, herpes genital.

Properti: anti-inflamasi, antiseptik, anti-penuaan, anti-jamur, antivirus, antibakteri, yg menawar rasa sakit.

Dosis: Untuk penggunaan internal mulai dengan 1/4 cangkir baik jus atau gel dan secara bertahap meningkat menjadi 1-2 cangkir sehari.

Peringatan: penggunaan internal jangka panjang tidak dianjurkan untuk penderita diabetes karena dapat mengurangi kebutuhan tubuh untuk insulin. Sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan.

Bagus juga untuk luka bakar dan luka yang lainnya.



Penting Nih!!!... CARA MEMILIH BAHAN BAKU RAMUAN TRADISIONAL

A.UMUM
     
Potensi bangsa Indoneia adalah bahan yang tersedia yang limpah dan digali dari bumi pertiwi untuk digunakan sebagai obat, bahan obat,obat tradisional,kosmetika,dan alat kesehatan.  Untuk menghasilkan produk yang baik perlu standarisasi yang meliputi sarana , tenaga , proses dan prosedur produksi , proses dan prosedur pengendalian mutu
sehingga dapat  mutu produk termasuk meningkatkan daya saing terhadap produk luar negeri.
Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah  terjadinya kesalahan dan kekeliruan dalam proses produksi  dan menjamin produk yang secara konsisten menghasilkan produk yang memenuhi standar atau persyaratan lain yang ditetapkan .


B. PEMBUATAN  RAMUAN
Bahan baku yang digunakan dapat berupa bahan segar atau bahan kering. Untuk mempersiapkan bahan baku perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
IDENTIFIKASI BAHAN BAKU

1.

Pastikan kebenaran morfologi tanaman/bahan baku yang akan digunakan. banyak tanaman yang memiliki nama yang sama, tetapi secara morfologi  berbeda , apabila masih belum yakin carilah referensi pendukung yang bisa dipercaya misalnya monograp yang tertera pada MMI atau FI  atau ditanyakan pada orang yang mengetahuinya.
2.

Bagian tanaman yang akan digunakan perlu ditinjau ulang secara morfologi apakah sudah benar, artinya harus dipastikan yang akan digunakan daun, batang, rimpang, akar, buah, atau yang  lainnya.
3.

Di samping bagian tanaman, perlu diperhatikan ramuan tersebut menggunakan bagian yang sudah tua atau yang masih muda.Batang atau kulit batang, buah atau biji,umbi atau akar, Buah yang muda banyak mengandung tanin. Buah yang cukup tua, tetapi masih segar, taninnya sudah berkurang berubah menjadi zat lain. Daun yang masih muda mempunyai kandungan kimia yang berbeda dengan yang tua. Umbi ,rimpang atau akar

SORTASI (PEMILAHAN) BAHAN BAKU

Bahan baku yang digunakan sebaiknya disortasi (pemilahan). Bahan yang sudah busuk harus dipisahkan, kotoran seperti tanah, bagian tanaman lain yang terikut harus dibuang. Setelah disortasi, bahan yang kotor dicuci terlebih dahulu. Jika diperlukan, bahan baku dikupas atau dipotong sesuai keperluan.
Bahan baku yang sudah bersih dan ukurannya sudah sesuai, siap untuk diramu sesuai dengan keperluan.
Air yang digunakan dapat menggunakan air bersih atau air minum (air matang atau melalui penyaringan).

PERALATAN

Peralatan yang digunakan hendaknya yang tidak bereaksi terhadap bahan pada saat proses pembuatan. Alat yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan kontaminasi dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Logam, seperti besi, tembaga, dan timah sebaiknya dihindari. Alat dari gelas, logam tahan karat, kayu, dan panci yang dilapisi email dianjurkan untuk dipakai.
PENIMBANGAN DAN PENGUKURAN
Bila kesulitan untuk memperoleh takaran yang sering digunakan di apotek atau di rumah sakit dapat menggunakan ukuran yang sering digunakan di rumah tangga, seperti sendok dan gelas. Pada umumnya timbangan dapur dapat digunakan namun demikian pemakaian  gelas ukur akan lebih baik hasil penakarannya. Satuan ukuran gram atau liter lebih mudah dan lebih sering digunakan daripada menggunakan satuan ukuran lainnya (spt : jumput, tangkep,ruas dll yang kurang standart)
Catatan : Apabila kita mendapatkan kesulitan dalam menimbang jumlah bahan yang sedikit misalnya 10 gram sedangkan kita tidak punya timbangan dengan skala tersebut maka yang bisa dilakukan adalah sbb:
Ambil bahan dan lakukan penimbangan dengan skala yang lebih besar misalnya 20 gram, kemudian hasil penimbangan dibagi dua.
           Berikut beberapa ukuran timbangan yang biasa dipakai dalam meramu    obat secara tradisional yang disajikan hanya sebagai pengetahuan dan pembanding bila kita menggunakan satuan gram, liter dlsb.

1 dain  = 100 kati
1 kati   = 16 tahil
1 tahil  = 2 real
1 real   = 4 suku
1 suku  = 2 tali
1 tali    = 3 uang atau duit

Keterangan : dacin juga disebut pikul.
1 dacin  = 52,5 kg
1 dacin  = 125 Amst.pond
1 kg       = 2 Ams.pond
1 kati     = 0,625 kg
1

tahil    = 0,054 kg



Ditemukan, Teh Antiviral Virus Flu Burung

Wuri Handayani
Ini disebabkan oleh kandungan antioksidan yang tinggi

VIVAlife - Anak perusahaan BUMN perkebunan, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), mengembangkan teh antiviral virus flu burung. Teh ini berjenis teh putih atau dikenal denganwhite tea. RPN mengembangkan teh ini dari riset bersama Avian Influenza-zoonosis Research Center Universitas Airlangga (AIRC-UNAIR) Surabaya.

Menurut keterangan tertulis RPN kepada VIVAlife, dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa virus flu burung pada manusia strain Indonesia, yaitu H5N1, tidak tumbuh lagi setelah diberi seduhan teh putih yang diberi merek Teh Putih Klon Gamboeng (Excellent Gamboeng White Tea).

Namun, PRN mengatakan bahwa ada kemungkinan teh ini bisa menangkal infeksi varian baru flu burung H7N9 dari China dan virus influenza lainnya.

Ini disebabkan oleh kandungan antioksidan yang tinggi, atau setara dengan kandungan antioksidan dua belas jus jeruk.

Kandungan antioksidan itu diperoleh dari pengolahan daun teh berupa pucuk teh yang masih kuncup, yang tidak melalui proses oksidasi polifenol. Selain bisa mencegah terinfeksi virus flu burung, teh ini juga bisa mencegah mutasi sel penyebab kanker.

Rencananya, RPN akan mensosialisasikan teh ini sebagai ikon minuman teh Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang riset itu, akan menjadikan minuman ini sejajar dengan minuman teh Jepang, ocha dan teh China, oolong. Sosialisasi untuk teh ini sendiri akan dilaksanakan14 April 2013 mendatang. (ren)

Perusahaan yang Tahan Banting adalah Perusahaan Jamu: The Living Company


A. B. Susanto*


Perusahaan apakah yang tahan banting terhadap perubahan jaman dan bertahan hidup di Indonesia ?  Salah satunya adalah perusahaan jamu. Apalagi tren back to nature yang melanda dunia, membuat industri fito farmaka berkembang pesat. Dan ini merupakan celah untuk merambah pasar global.   
           
         Jamu sudah menjadi ciri di bidang sosial dan budaya Indonesia. Perusahaan jamu di Indonesia dirintis sejak tahun 1825. Sekitar tahun 1900-an, pabrik-pabrik jamu lainnya mulai berdiri, seperti Jamu Jago, Nyonya Meneer, Leo, Sido Muncul, Jamu Simona, Jamu Borobudur, Jamu Dami, Jamu Air Mancur, Jamu Pusaka Ambon, Jamu Bukit Mentjos, dan Tenaga Tani Farma (Aceh). Hingga saat ini, produsen, penyalur, dan pengecer jamu mencapai lebih dari 908 unit usaha. Yang terdiri dari 75 unit industri besar dan 833 industri kecil.
            
          Alam Indonesia merupakan pabrik alam yang luar biasa kaya akan sumber daya alam. Tingginya kandungan lokal dalam bahan baku menyebabkan relatif stabilnya pasokan bagi industri ini yang pada gilirannya menjamin kontinuitas dan kestabilan volume produksi. Apalagi bagi pemain besar yang banyak menggabungkan falsafah kuno tentang jamu dan obat-obatan dengan perkembangan teknologi manufaktur.

           Jamu Iboe yang didirikan tahun 1910 misalnya, mengkombinasikan filosofi ramuan jamu tradisional Indonesia dengan pemanfaatan mesin gerabah dan mesin giling sejak tahun 1950-an. Juga melakukan terobosan teknologi dengan menggunakan aluminium foil untuk mengemas produksi. Dengan proses otomatisasi yang dilakukan, selain akan menjamin terpenuhinya kuantitas produksi, juga meningkatkan higienitas dan standar mutu jamu yang dihasilkan.
           
            Mengantisipasi perubahan selera konsumen, produsen besar jamu berlomba-lomba mengembangkan produk dengan penelitian dan pengembangan yang didukung oleh dukungan dana (Sido Muncul misalnya menganggarkan tidak kurang dari 3 milyar), fasilitas dan tenaga yang profesional. Tahun 1979 PT Jamu Iboe Jaya mulai menggalakkan riset laboratorium untuk menghasilkan jamu yang bermutu tinggi. Tahun berikutnya (1980) Jamu Iboe Jaya mendirikan PT. Iboe Sativa Camilind untuk memproduksi jamu dengan bentuk alternatif. Jamu Jago yang berdiri sejak tahun 1918 mengeluarkan satu produk baru untuk masuk angin, basmangin, yang diproduksi dalam bentuk cair dalam sachet. PT Sido Muncul kini memiliki serangkaian produk dengan jumlah keseluruhan tidak kurang dari 150 produk, seratus produk diantaranya generik. Sedangkan yangbranded di antaranya Kuku Bima, Tolak Angin, STMJ, Anak Sehat, dan sebagainya.
               Upaya merubah citra ”tradisional” juga dilakukan dengan promosi yang diharapkan dapat memperluas pasar jamu. Sido Muncul memunculkan iklan untuk memperluas pengguna ke pasar ”intelek”, dan Nyonya Meneer, yang berdiri sejak 1918 mengemas sampai dengan membuka gerai Meneer Cafe. Secara makro, inovasi ini merevitalisasi industri jamu secara keseluruhan, meskipun omzet dari industri jamu memang tidak sebesar industri obat dan rokok misalnya. Industri jamu nasional diperkirakan beromset sekitar Rp. 2,5 triliun tetapi dengan jumlah pelaku yang luar biasa banyaknya (650-an), bandingkan dengan industri farmasi yang hanya memiliki 250 pemain tetapi dengan omset Rp. 16-18 triliun.
Produsen jamu umumnya fleksibel dalam bermitra dengan pihak lain seperti pemasok bahan baku dan distributor. Jamu Iboe sudah sejak tahun 1938-an melakukan ekspansi pemasaran ke luar Jawa, dimulai dari Pulau Bali. Bahkan pada masa kemerdekaan (1945) berhasil mendirikan 11 cabang dan 1000 agen dan memanfaatkan surat kabar sebagai media beriklan. Dalam membina hubungan Sido Muncul misalnya, hampir setiap lebaran mengadakan mudik gratis bagi ribuan penjual jamu se-Jabotabek.
            Sebagai entitas bisnis yang terus ingin melangkah maju, Sido Muncul meletakkan basis performa perusahaan kepada inovasi. Pertama-tama, komitmen. Kalau orang memiliki komitmen, dia akan menghasilkan konsentrasi dan kreativitas. Dan kalau kreatif dirinya akan inovatif. Dan jika inovatif akan menghasilkan perbaikan (improvement).

The Living Company
Paparan mengenai perusahaan-perusahaan jamu di Indonesia, sepintas selaras dengan penuturan Arie de Geus dalam The Living Company: Habits For Survival In A Turbulent Business Environment: respek terhadap inovasi dan pembelajaran.
Tidak ada posisi bersaing yang selamat dari kemungkinan untuk ditiru (replication) atau digantikan (replacement). Oleh sebab itu, agar dapat bertahan perusahaan harus selalu adaptif dan terus menerus mengembangkan diri serta produk-produknya. Dengan kata lain, perusahaan harus terus-menerus mencari cara untuk menciptakan dan mewujudkan nilai (value) melalui inovasi tiada henti. Kemampuan untuk segera tanggap terhadap perubahan merupakan persyaratan agar perusahaan tetap bisa bertahan.

Idealnya, peningkatan usia organisasi mempunyai dampak positif pada kemampuan organisasi berinovasi. Karena dengan adanya akumulasi pengetahuan dan pengalaman, organisasi yang lebih tua relatif lebih mampu mengenali dan mengasimilasikan gagasan-gagasan baru, demikian pula dengan kemampuannya mengubah informasi, gagasan, dan pengetahuan menjadi inovasi. Ditunjang dengan akumulasi pengalaman dalam produksi, hubungan yang lebih lama dengan para pemasok dan pelanggan, dan tenaga kerja yang lebih berpengalaman membuat tidak heran bila semakin tinggi usianya, semakin kuat pula dominasi organisasi tersebut.
               Dampak peningkatan usia organisasi pada keselarasan antara organisasi dengan lingkungan bergantung pada laju penyesuaian internal organisasi dengan laju perubahan lingkungan. Oleh sebab itu kesenjangan antara kompetensi organisasional dengan tuntutan lingkungan juga meningkat sejalan dengan waktu. Kombinasi pengaruh dari apa yang sudah terekam oleh organisasi, inersia, serta perubahan lingkungan menyebabkan teknologi inti organisasi yang tua akan menjadi usang.
               Teknologi inti, struktur dan proses dari organisasi merefleksi keputusan-keputusan awal saat organisasi didirikan, demikian pula praktek-praktek yang berlaku. Bila organisasi relatif lamban (untuk berubah) maka keputusan-keputusan serta praktek-praktek yang dibawa sejak organisasi berdiri masih tetap berlaku. Akibatnya, ketika lingkungan eksternal berubah dengan cepat, keselarasan antara organisasi dengan lingkungannya akan menurun, menyeret organisasi tersebut pada keusangan. Sehingga dalam prakteknya, tidak jarang peningkatan usia organisasi berdampak pada berkurangnya kemampuan organisasi menghasilkan inovasi yang berarti.
Sebagian besar perusahaan jamu di Indonesia merupakan perusahaan keluarga yang saat ini sudah mencapai generasi ketiga dan beberapa sudah melibatkan generasi ke empat. Memasuki generasi ke empat merupakan periode yang dianggap kritis karena banyak perusahaan yang hanya mampu sampai generasi ke tiga. Untuk menghindari konflik regenerasi penunjukan putra mahkota sejak awal bisa menjadi solusinya. Apalagi, di Indonesia fenomena putera mahkota yang berasal dari keluarga diterima sebagai suatu kewajaran dan tidak dipersoalkan sepanjang mempunyai persyaratan minimum untuk memegang kendali bisnis. Dengan jelasnya siapa putra mahkota, maka fokus berikutnya adalah mempersiapkan kemampuannya. Biasanya generasi ini sudah mengadopsi prinsip-prinsip manajemen profesional dan modern. Dengan power dan privilese yang dimiliki, seorang putra mahkota dapat melakukan terobosan untuk mematahkan tradisi yang sudah mengakar dalam perusahaan, yang sulit dilakukan oleh para profesional yang bekerja di perusahaan itu.
               Idealnya, bisnis atau perusahaan adalah "makanan untuk kehidupan" dan bukan sekedar "pekerjaan". Oleh karena itu, kalau kita menginginkan suatu perusahaan mencapai usia berabad-abad, hal utama pertama yang harus dilakukan adalah memperlakukan perusahaan sebagai suatu makhluk hidup – bukan sebagai mesin uang. Selanjutnya, hanya mereka yang mampu menyesuaikan diri yang sanggup bertahan. <Eksekutif>

*Managing Partner The Jakarta Consulting Group

Contoh Perusahaan ini, Jamu Nyonya Meneer Jual ke China

 Jumlah penduduk sangat besar, ekonomi maju, dan tingginya daya beli masyarakat, membuat China menjadi target pasar empuk bagi sejumlah perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya.

Hal itu pula yang dibidik PT Nyonya Meneer untuk memperluas bisnis jamunya di Tiongkok pada pertengahan tahun ini.

Charles Saerang, Presiden Direktur sekaligus CEO PT Nyonya Meneer mengatakan, perusahaannya akan masuk ke China dengan mengandalkan jamu yang dikemas dalam produk makanan dan minuman. Hal ini dilakukan untuk mempermudah Nyonya Meneer mendapatkan izin memasarkan produknya dari pemerintah China.

"Kami akan menggunakan izin memasarkan produk makanan dan minuman untuk memasarkan produk Nyonya Meneer. Karena, selama ini produk jamu dari Indonesia sangat sulit untuk mendapatkan izin masuk ke China," ungkap Charles, Kamis (5/4/2012) lalu.

Nyonya Meneer pun telah mengembangkan es krim jamu sebagai salah satu produk jamu dalam kemasan makanan untuk diekspor ke Negeri Panda itu.

"Kami sudah punya beberapa produk jamu dalam kemasan makanan dan minuman untuk diekspor. Untuk raw material (bahan baku), kami akan bekerjasama dengan distributor lokal di China, sesuai regulasi di negera itu," jelasnya.

Dia mengungkapkan, China memiliki potensi pasar jamu yang besar, diperkirakan mencapai hingga Rp 50 triliun per tahun. Jumlah tersebut hampir lima kali lipat dari omzet jamu di Ikndonesia pada 2011, yang hanya mencapai Rp 11, 5 triliun.

Buka pabrik jamu

Charles pun berani menargetkan, Nyonya Meneer dapat meningkatkan omzetnya hingga Rp 1 triliun per tahun, setelah memasukan produk yang berbahan dasar temulawak, jahe, pegagan, kencur dan daun sambiloto. Pasalnya, saat ini, masyarakat China sangat membutuhkan bahan baku tersebut.
R
"Bahan baku seperti ini tidak dapat tumbuh di China yang memiliki empat musim," katanya.

Untuk memuluskan langkah ekspansi tersebut, Charles mengaku telah menandatangani nota kesepahaman pendistribusian produk jamu dengan China Chamber of Commerce for Import and Export of Medicines and Health Product (CCCHMPHPIE).

"Saat ini, omzet ekspor kami berupa produk jadi dan bahan baku pembuatan jamu mencapai Rp 50 miliar. Produk itu kami ekspor ke sejumlah negara di Asia, Eropa dan Amerika," ujarnya.

Charles mengatakan, tidak tertutup kemungkinan Nyonya Meener akan membangun pabrik pengolahan jamu di China. Tentunya, kata dia, jika mereka mendapatkan kemudahan dari pemerintah setempat.

"Kalau diberi kemudahan berupa izin dan lahan, saya akan datang ke China untuk membangun pabrik," ujgarnya.

Di Indonesia sendiri, perusahaan yang didirikan oleh almarhum Lauw Ping Nio ini telah memiliki 300 produk jamu. Dari ratusan produk tersebut, dan 60% di antaranya adalah produk jamu yang menyasar konsumen wanita.

Hingga saat ini, Nyonya Meneer mengklaim menguasai pangsa pasar (market share) jamu untuk wanita dengan porsi hingga 34%. Produk unggulan Nyonya Meneer sendiri adalah jamu untuk persalinan, yang memiliki omzet sekitar 400.000 bungkus per tahun, dan minyak telon yang terjual sekitar 3 juta botol per bulan. (*)
Source : Kompas.com

Jamu Impor Mulai Menggerus Lokal, Lawan Dong!!!


JAKARTA - Industri jamu nasional mengeluhkan regulasi impor jamu yang dinilai masih longgar. Bila terus terjadi, diprediksi ini bakal membonsai omzet pebisnis jamu lokal.


Ketua II Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Putri Kusumawardhani mencontohkan, salah satu kekurangan adalah perhatian peredaran jamu impor. Ini ditandai dengan menjamurnya penjualan jamu impor lewat multi level marketing (MLM) yang tak terkendali.

Dengan lemahnya pengawasan MLM ini, dipastikan akan menggerus industri jamu kecil yang memiliki keterbatasan modal dan jaringan. "Industri jamu skala kecil yang akan menjadi korban pertama karena paling rawan gulung tikar," kata dia.

Pada tahun ini sendiri, omzet jamu nasional diprediksi mencapai Rp 13 triliun. Jumlah ini naik 18% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 11 triliun.

Sementara omzet jamu impor legal pada tahun ini diprekirakan akan mencapai Rp 7 triliun. Jumlah ini belum ditambah dengan peredaran jamu ilegal yang menggerus omzet jamu nasional. "Sebenarnya pasar kita berpotensi mencapai Rp 25 triliun," ungkap dia.

Di saat impor jamu seakan sulit untuk dibendung, hal yang sebaliknya justru menimpa ekspor jamu asal Indonesia. Produk jamu asal Indonesia justru mengalami kesulitan untuk masuk ke pasar ekspor karena beberapa negara mengklaim jamu Indonesia adalah produk jamu kimia. Pebisnis jamu berharap adanya campur tangan dari pemerintah untuk menjelaskan hal ini, terutama dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BP POM).

Selain itu, kata Putri ada beberapa regulasi yang ia nilai menghambat industri jamu tanah air. Misalnya bakal dimasukkannya jamu dalam rancangan beleid farmasi (RUU farmasi). Padahal, jamu berbeda dengan produk farmasi, terutama dari sisi pengolahan produknya. la bilang, bila dipaksakan bakal menghambat bisnis jamu lokal.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengakui adanya beberapa masalah di industri jamu nasional tersebut. Dan Hidayat berjanji untuk mendukung industri jamu dengan mendorong pembuatan regulasi yang mendukung industri tersebut. "Mungkin pembuatan regulasi di Kementerian tertentu jadi rumit, kami bisa membantu menyederhanakannya," katanya.

Hidayat sendiri mengatakan sebaiknya industri jamu dalam negeri lebih fokus di pasar domestik saja. Pasalnya, potensi pasarnya masih cukup besar. "Pasar jamu domestik kita saja saat ini masih saja kemasukan produk impor," lanjutnya.

sumber : Kontan Harian

Wow, Omzet Jamu Ilegal di Jakarta Rp 2 Miliar Per Hari




Liputan6.com



liputan6.com

Badan POM menemukan berbagai jamu ilegal di pasar tradisional di Jakarta.